Ketahuilah.com | Merangin - Pagi di Kota Bangko, Kabupaten Merangin, Rabu (26/8), terasa berbeda. Kabut asap menyelimuti sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman. Di tengah kondisi udara yang mulai mengkhawatirkan, anak-anak sekolah tetap menjalani aktivitas seperti biasa.
Namun, pemerintah daerah memilih tidak menunggu kondisi memburuk.
Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, turun langsung ke lapangan membagikan masker medis gratis kepada para pelajar di SDN 02 Bangko dan SMPN 1 Merangin. Masker juga diberikan kepada warga yang beraktivitas di sekitar jalan depan sekolah.
Langkah sederhana itu menjadi bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Merangin menghadapi penurunan kualitas udara yang mulai dirasakan masyarakat.
A. Khafidh mengatakan, pembagian masker tersebut dilakukan atas instruksi langsung Bupati Merangin M. Syukur, setelah pemerintah daerah menerima laporan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup mengenai kondisi udara di Kota Bangko.
“Pagi ini, sesuai instruksi Bapak Bupati M. Syukur dan berdasarkan laporan dari Kadis Kesehatan serta Kadis Lingkungan Hidup, kondisi udara khususnya di Kota Bangko sudah mencapai ambang batas yang cukup mengkhawatirkan bagi kesehatan. Terutama bagi anak-anak sekolah tingkat TK, SD, hingga SMP,” ujar A. Khafidh di sela kegiatan.
Bagi pemerintah daerah, kelompok usia anak menjadi perhatian utama. Mereka merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapat perlindungan ketika kualitas udara memburuk akibat paparan kabut asap.
Karena itu, dua sekolah tersebut dijadikan titik awal pembagian masker. Selanjutnya, Dinas Kesehatan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin akan memperluas distribusi masker ke sekolah-sekolah lain di Kecamatan Bangko.
Upaya perlindungan juga diperkuat melalui imbauan kepada masyarakat. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin terus mengingatkan warga, termasuk seluruh warga sekolah, untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
Di tengah kepungan asap, pemerintah daerah juga memastikan asal-usul kabut yang menyelimuti Kota Bangko terus menjadi perhatian. A. Khafidh menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, kabut asap tersebut bukan berasal dari titik kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Merangin.
Kabut asap disebut merupakan kiriman dari daerah sekitar yang terbawa oleh hembusan angin menuju Kota Bangko.
Meski demikian, pemerintah tidak ingin mengambil risiko. Pemantauan terhadap Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terus dilakukan hingga sore hari untuk menentukan langkah berikutnya.
Jika kondisi udara tidak membaik dan kabut asap semakin pekat, keselamatan serta kesehatan peserta didik akan menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan kebijakan pembelajaran.
Bupati Merangin M. Syukur bahkan telah menyiapkan opsi untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar dari tatap muka menjadi pembelajaran daring apabila kondisi dinilai membahayakan kesehatan siswa.
“Kita terus memantau perkembangan kondisi udara di Kota Bangko. Nanti dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan akan berkoordinasi. Jika hingga sore kondisi kabut asap masih tebal dan mengancam kesehatan anak-anak, Bapak Bupati akan mengeluarkan surat edaran untuk menerapkan sekolah daring,” kata A. Khafidh.
Bagi para pelajar yang pagi itu menerima masker, perlindungan tersebut mungkin tampak sederhana. Namun di tengah udara yang tak lagi sepenuhnya bersih, selembar masker menjadi pengingat bahwa keselamatan mereka harus ditempatkan di atas rutinitas.
Pemerintah Kabupaten Merangin kini berpacu dengan kondisi udara—memantau, mengantisipasi, sekaligus menyiapkan langkah lanjutan agar kabut asap tidak berubah menjadi ancaman yang lebih serius bagi kesehatan masyarakat.
(Mansurdin)
