-->
  • Jelajahi

    Copyright © Ketahuilah
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Membangun Budaya K3L, Investasi Masa Depan Kampus Biru UIN STS Jambi

    Ketahuilah
    Kamis, 25 Juni 2026 Last Updated 2026-06-25T03:04:08Z

    Oleh: Dr. Pahmi, Sy, S.Ag., M.Si. (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi)


    Ketahuilah.com | Lingkungan - Keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L) bukan lagi sekadar konsep administratif yang hanya berkaitan dengan aturan dan prosedur, tetapi harus menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan kampus. Ungkapan “sedia payung sebelum hujan” menjadi pengingat bahwa pencegahan dan kesiapsiagaan jauh lebih penting daripada penanganan setelah sebuah risiko terjadi.


    Sebagai institusi pendidikan yang terus berkembang, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Kampus bukan hanya ruang berlangsungnya proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ruang sosial yang dihuni ribuan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum.


    Pentingnya budaya K3L semakin terasa setelah beberapa kejadian yang menjadi pelajaran berharga. Kebakaran kawasan hutan produksi di Kampus II UIN STS Jambi Simpang Sungai Duren pada Januari 2026 serta musibah kebakaran di Kampus I Telanaipura sebelumnya menunjukkan bahwa risiko dapat muncul kapan saja. Berkat kesigapan berbagai pihak, seperti pemadam kebakaran, satuan pengamanan, bagian umum, pusat lingkungan, dan civitas akademika, kejadian tersebut dapat ditangani. Namun, peristiwa itu mengingatkan bahwa kesiapan harus terus diperkuat.


    Langkah simulasi K3L bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Muaro Jambi yang dilaksanakan di Kampus Biru UIN STS Jambi merupakan bentuk nyata membangun kesadaran kolektif. Kegiatan tersebut bukan hanya latihan teknis menghadapi keadaan darurat, tetapi juga upaya menanamkan pola pikir bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.


    Budaya K3L harus dimulai dari kebiasaan sederhana. Menjaga kebersihan ruang belajar, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan fasilitas kampus secara aman, memahami jalur evakuasi, serta menjaga kesehatan diri merupakan bagian dari perilaku yang mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan kampus.


    Lebih jauh, penerapan K3L memiliki nilai strategis bagi perguruan tinggi. Pertama, K3L melindungi sumber daya manusia kampus sebagai aset utama institusi. Kedua, K3L mendukung terwujudnya kampus hijau melalui pengelolaan lingkungan yang baik, penghijauan, efisiensi energi, dan pengurangan limbah. Ketiga, kampus yang aman dan sehat akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas institusi pendidikan.


    Dalam perspektif Islam, menjaga keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. Prinsip menjaga jiwa (hifz al-nafs) dan menjaga lingkungan (hifz al-bi’ah) menjadi nilai penting yang sejalan dengan semangat pembangunan Kampus Biru UIN STS Jambi.


    Karena itu, budaya K3L tidak cukup hanya diwujudkan melalui slogan, tetapi harus menjadi gerakan bersama. Sosialisasi berkelanjutan, pelatihan keselamatan, penyediaan fasilitas pendukung, serta keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika menjadi kunci agar budaya tersebut benar-benar tumbuh.


    Kampus yang aman, sehat, dan berkelanjutan merupakan investasi jangka panjang. UIN STS Jambi sebagai Kampus Biru tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan, lingkungan, dan kehidupan sosial.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini