Iklan

Sekretaris Umum dan Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jambi Hadiri Kongres Umat Islam Indonesia VIII



Ketahuilah.com | Jakarta  - MUI Provinsi Jambi yang dihadiri olehProf. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.Pd.I., selaku Sekretaris Umum Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jambi, bersama Ir. H. HavizHusaini, MM, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jambi, menghadiriKongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI). 


Kegiatan tersebut berlangsung pada 24 - 26 Juli 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, dengan mengusung tema "Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, dan Negara Kuat."


Kongres Umat Islam Indonesia VIII menjadiforum strategis bagi para ulama, cendekiawan, dan tokoh umat Islam dari berbagai daerahuntuk merumuskan rekomendasi serta memperkuat peran umat dalam mendukung pembangunan bangsa dan negara.



Sekretaris Umum Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jambi, Prof. Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan bahwa salah satu harapan dari rekomendasi kongresadalah memperkuat persatuan umat melalui peningkatan kerja sama, menghindariperpecahan, serta saling mendukung dalam setiap upaya yang membawa kebaikan.


“Konsep yang dibangun dalam kongres ini adalah memperkuat kerja sama, menghindariperpecahan, dan saling mendukung dalam kebaikan. Persatuan umat merupakan modalutama dalam mewujudkan bangsa yang berdaulat dan negara yang kuat,” ujarnya.


Ia menjelaskan, bangsa yang berdaulat adalah bangsa yang mempunyai kewenangan tertinggi untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara secara mandiri, merdeka sepenuhnya, serta bebas dari intervensi dan penjajahan pihak luar.


Sementara itu, negara yang kuat merupakan negara yang memiliki kapasitas tinggi dalam menjalankan fungsi pemerintahan, menjaga stabilitas ekonomi, serta memiliki pengaruh yang baik di bidang politik dan pertahanan. Menurutnya, terdapat tiga unsur utama yang menjadi penopang negara yang kuat, yaitu institusi hukum yang berwibawa, kekuatan ekonomi dan pertahanan yang tangguh, serta stabilitas sosial yang terpelihara.


Melalui Kongres Umat Islam Indonesia VIII, diharapkan lahir rekomendasi-rekomendasi strategi yang dapat memperkuat kontribusiumat Islam dalam menjaga persatuan nasional, memperkokoh kedaulatan bangsa, serta mendukung terwujudnya Indonesiayang semakin maju, kuat, dan paksaan.