Ketahuilah.com | Sungai Penuh - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di MUI Kota Sungai Penuh pada Kamis-Jumat, 11-12 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua Umum MUI Provinsi Jambi, Dr. H. M. Umar Yusuf, M.HI., didampingi Prof. Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd.I., Prof. Dr. H. Mukhtar, M.Pd.I., Dr. H. Muslim HU, M.Pd., serta Arpandi, S.Pd.
Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari agenda Monitoring dan Evaluasi Dewan Pimpinan MUI Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi Tahun 2026. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut persiapan pelaksanaan Monev Dewan Pimpinan MUI Pusat yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 serta hasil Rapat Pimpinan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jambi pada 6 Mei 2026.
Rombongan MUI Provinsi Jambi disambut Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Ketua MUI Kota Sungai Penuh, Kapolres, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sungai Penuh di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Sungai Penuh.
Ketua Umum MUI Provinsi Jambi, Dr. H. M. Umar Yusuf, M.HI., mengatakan monitoring dan evaluasi merupakan bagian dari upaya memperkuat kelembagaan MUI di daerah sekaligus meningkatkan peran ulama dalam pembinaan umat dan mendukung pembangunan daerah.
“Monitoring dan evaluasi ini penting untuk memastikan tata kelola organisasi berjalan dengan baik serta meningkatkan kualitas pelayanan MUI kepada umat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim Monev melakukan briefing dengan pengurus MUI Kota Sungai Penuh, pemeriksaan dokumen dan bukti fisik kegiatan, pelaksanaan wrap up, serta penyusunan dan penyerahan laporan hasil evaluasi.
Adapun aspek yang menjadi fokus penilaian meliputi kelembagaan, sumber daya manusia (SDM), keuangan, aset dan inventaris, serta tata laksana organisasi. Selain itu, terdapat variabel tambahan berupa kualitas pelayanan umat, kemitraan strategis, kemitraan dengan Baznas kabupaten/kota, dan penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015.
Menurut Umar Yusuf, MUI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kehidupan keagamaan yang moderat, harmonis, dan kondusif di tengah masyarakat.
Ia berharap sinergi antara MUI, pemerintah daerah, Forkopimda, Baznas, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna mendukung pembinaan umat dan pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kebersamaan.


