Iklan

Rektor UIN STS Jambi Buka Sosialisasi Beasiswa LPDP 2026 Batch 2, Tekankan Persiapan Matang Raih Studi Pascasarjana


Ketahuilah.com | Jambi -  Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Beasiswa LPDP 2026 Batch 2. Kegiatan yang berlangsung di Amphiteater Lantai 4 Gedung Rektorat UIN STS Jambi, Kamis (16/7/2026), menjadi wadah strategis bagi sivitas akademika dan mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi salah satu program beasiswa paling kompetitif di Indonesia.



Acara secara resmi dibuka oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., dan menghadirkan Dr. Agam Bayu Suryanto, M.B.A., Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan Beasiswa LPDP, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa UIN STS Jambi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Rektor UIN STS Jambi menyampaikan apresiasi atas kehadiran pihak LPDP yang telah berbagi wawasan mengenai peluang melanjutkan studi melalui program beasiswa yang dikelola pemerintah tersebut.

"Atas nama Rektor UIN STS Jambi, saya mengucapkan selamat datang kepada narasumber yang hadir pada hari ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta," ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Kasful Anwar menegaskan bahwa keberhasilan memperoleh Beasiswa LPDP tidak hanya bergantung pada keinginan untuk mendaftar, tetapi harus didukung dengan kesiapan akademik, kemampuan bahasa, serta perencanaan yang matang sejak dini.

Menurutnya, calon penerima beasiswa perlu mempersiapkan kompetensi akademik secara serius, termasuk memenuhi standar kemampuan bahasa yang menjadi salah satu persyaratan utama dalam proses seleksi.

"Jika ingin mendaftar dan mendapatkan Beasiswa LPDP, tidak bisa hanya sekadar mengajukan pendaftaran. Harus ada persiapan yang benar, mulai dari prestasi akademik hingga kemampuan bahasa Inggris maupun bahasa Arab. Seleksi LPDP memiliki standar kemampuan bahasa yang harus dipenuhi, yakni skor minimal 500 untuk tujuan studi dalam negeri dan 530 untuk tujuan luar negeri," jelasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa persaingan memperoleh Beasiswa LPDP semakin kompetitif, sehingga kesiapan peserta sejak awal menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang keberhasilan.

Sementara itu, Ketua Umum UKM Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa UIN STS Jambi, Hanifa Nur Rahmah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa sosialisasi ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki komitmen untuk memperluas akses informasi mengenai peluang pendidikan bagi generasi muda.

"Atas nama panitia, saya mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang telah berkenan hadir. Terima kasih juga kepada Bapak Rektor atas dukungannya, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini," katanya.

Hanifa menjelaskan bahwa tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya minat mahasiswa dan sivitas akademika terhadap peluang melanjutkan pendidikan melalui Beasiswa LPDP. Peserta tidak hanya berasal dari lingkungan UIN STS Jambi, tetapi juga dari sejumlah perguruan tinggi lain di Provinsi Jambi.

"Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai bekal dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi LPDP, sehingga semakin banyak generasi muda Jambi yang berhasil memperoleh beasiswa dan melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi," tuturnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, UIN STS Jambi berharap peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme seleksi, persyaratan administrasi, strategi penyusunan dokumen, hingga peningkatan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi penerima Beasiswa LPDP.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya UIN STS Jambi dalam membangun budaya akademik yang unggul, berdaya saing global, serta mendorong lahirnya lebih banyak sumber daya manusia berkualitas yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional melalui pendidikan tinggi.