Iklan

Pramuka Tangguh, Pramuka Hebat, Indonesia Bermartabat : Prof. Lukman Hakim Dorong Penguatan Karakter dan Pengabdian


Ketahuilah.com | Banjarmasin - Gerakan Pramuka dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Penguatan nilai tersebut menjadi bagian penting untuk mewujudkan Pramuka yang tangguh, hebat, sekaligus mampu berkontribusi dalam membangun Indonesia yang bermartabat.

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.Pd.I., Guru Besar UIN Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi yang juga Wakil Dekan FTK UIN STS Jambi, di sela penutupan kegiatan tahunan Fordetak FTK se-Indonesia di Hotel Galaxy Banjarmasin, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Pramuka ke-81 tahun dengan tema “Pramuka Tangguh, Pramuka Hebat, Indonesia Bermartabat”.

Menurut Lukman Hakim, mewujudkan Pramuka tangguh dan hebat tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi harus dibangun melalui pembentukan karakter, kedisiplinan, jiwa bela negara, serta pengamalan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari.

“Pramuka tangguh dan hebat harus memiliki karakter dan integritas yang kuat, berlandaskan iman, takwa, serta kepribadian Pancasila,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kemandirian dan keterampilan juga menjadi komponen penting. Anggota Pramuka perlu dibekali kecakapan hidup atau life skills sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan kemampuan dan kepercayaan diri.

Selain itu, disiplin dan kepemimpinan perlu terus ditanamkan melalui berbagai aktivitas kepramukaan, termasuk kegiatan di alam terbuka. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat membentuk rasa tanggung jawab, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan bekerja sama.

Lukman Hakim juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Jambi, dalam memperkuat gerakan Pramuka. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui fasilitasi program kerja yang berkaitan dengan pendidikan nonformal dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk memfasilitasi program kerja Gerakan Pramuka, termasuk kegiatan sosial kemasyarakatan dan pendidikan nonformal yang diinisiasi Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi,” katanya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor juga diperlukan agar Pramuka dapat mengambil peran lebih besar dalam membentengi generasi muda dari berbagai ancaman negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika.

Kolaborasi antara Gerakan Pramuka dengan berbagai organisasi perangkat daerah dan instansi terkait dinilai dapat memperluas ruang edukasi sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu memberikan ruang pemberdayaan bagi kader-kader Pramuka untuk terlibat dalam agenda pembangunan. Keterlibatan tersebut dapat menjadi sarana bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan kepemimpinan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.

Lukman Hakim menilai pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk nyata dari semangat kepramukaan. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial, tanggap darurat, hingga keterlibatan dalam penanggulangan bencana.

Kegiatan seperti Perkemahan Wirakarya, menurutnya, dapat menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk mengimplementasikan keterampilan sekaligus membangun kepedulian sosial.

Tidak hanya itu, Pramuka juga dapat berperan melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Penyuluhan kesehatan, kepedulian terhadap lingkungan hidup, hingga penguatan ketahanan pangan merupakan sejumlah bidang yang dapat menjadi ruang pengabdian.

“Pramuka harus hadir di tengah masyarakat. Pengabdian dapat dilakukan melalui bakti sosial, tanggap darurat, edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Pramuka memiliki posisi penting dalam menjaga persatuan bangsa. Di tengah keberagaman Indonesia, anggota Pramuka diharapkan menjadi bagian dari generasi yang mampu merawat kebhinekaan, memperkuat semangat gotong royong, dan menjaga keharmonisan di lingkungan masing-masing.

Momentum Hari Pramuka ke-81, menurut Lukman Hakim, harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali komitmen tersebut. Tema “Pramuka Tangguh, Pramuka Hebat, Indonesia Bermartabat” tidak hanya menjadi slogan, tetapi perlu diwujudkan melalui karakter, karya, dan pengabdian nyata.

“Pramuka yang tangguh dan hebat adalah Pramuka yang mampu membangun karakter, memiliki keterampilan, disiplin, serta hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.