Ketahuilah.com | Jambi - Wali Kota Jambi, Maulana, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang cenderung meningkat seiring memasuki musim kemarau. Warga diminta lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik maupun aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.
Imbauan tersebut disampaikan Maulana usai menyerahkan bantuan kepada 16 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana alam di Kota Jambi. Bantuan dengan total nilai mencapai Rp202 juta itu diberikan kepada korban kebakaran, tanah longsor, dan angin puting beliung, dengan mayoritas penerima merupakan korban kebakaran.
Menurut Maulana, tingginya jumlah kejadian kebakaran dalam beberapa waktu terakhir menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat agar lebih mengutamakan langkah-langkah pencegahan.
"Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran semakin meningkat. Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta tidak membakar lahan maupun sampah sembarangan," ujar Maulana.
Ia menegaskan, kewaspadaan masyarakat menjadi faktor utama dalam menekan risiko kebakaran, khususnya di kawasan permukiman yang padat penduduk. Karena itu, peran aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dari ancaman kebakaran.
Selain mengedepankan upaya pencegahan, Pemerintah Kota Jambi juga memastikan warga terdampak bencana memperoleh bantuan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan.
Maulana menjelaskan, sebelum bantuan tersebut disalurkan, pemerintah telah lebih dahulu memberikan bantuan tanggap darurat guna memenuhi kebutuhan dasar para korban. Bantuan lanjutan diberikan setelah tim melakukan verifikasi terhadap tingkat kerusakan yang dialami masing-masing penerima.
"Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki rumah maupun memenuhi kebutuhan lainnya sehingga masyarakat dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa," katanya.
Ia menegaskan, kehadiran pemerintah tidak hanya sebatas pada penanganan awal saat bencana terjadi, tetapi juga dalam proses pemulihan hingga masyarakat benar-benar dapat kembali menjalankan kehidupan secara normal.
Sementara itu, Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Ananto Herlambang, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Jambi dalam menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana.
Kapolresta juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan darurat Kepolisian apabila menghadapi situasi yang membahayakan.
"Masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 110 apabila membutuhkan bantuan atau berada dalam kondisi darurat. Laporan yang masuk akan langsung diteruskan ke kantor kepolisian terdekat untuk segera ditindaklanjuti," ujarnya.
Pemerintah Kota Jambi berharap meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat selama musim kemarau dapat menekan angka kejadian kebakaran maupun bencana lainnya, sehingga keselamatan warga dapat terjaga dan potensi kerugian materi dapat diminimalkan.
