Ketahuilah.com | Pekalongan - Pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong kemandirian dan peningkatan kualitas layanan perguruan tinggi. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan benchmarking Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi ke UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan atau UIN Gus Dur, Jumat (28/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., didampingi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN STS Jambi, Dr. Pahmi Sy., M.Si., melihat secara langsung berbagai inovasi pengelolaan layanan, infrastruktur digital, hingga pengembangan unit usaha yang dikelola melalui skema BLU.
Rombongan UIN STS Jambi disambut langsung Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur), Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Nur Kholis, M.A., serta jajaran dekan, Kepala PTIPD dan Kepala Perpustakaan UIN Gus Dur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Jumat dan makan siang bersama. Setelah itu, kedua pimpinan perguruan tinggi berdiskusi mengenai berbagai aspek pengembangan kampus, khususnya penguatan tata kelola, transformasi digital, pengelolaan fasilitas, serta pemanfaatan potensi BLU sebagai instrumen pendukung peningkatan layanan perguruan tinggi.
Salah satu hal yang menarik perhatian rombongan UIN STS Jambi adalah pengembangan unit layanan dan usaha UIN Gus Dur melalui Abuwa Travel dan Abuwa Cafe.
Rektor UIN Gus Dur, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., menjelaskan bahwa Abuwa Travel dikembangkan untuk melayani berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari perjalanan ibadah umrah dan haji, ziarah dalam dan luar negeri, hingga perjalanan wisata ke berbagai destinasi di Asia, Eropa, Australia, dan kawasan lainnya.
Selain itu, UIN Gus Dur juga mengembangkan Abuwa Cafe yang menyediakan berbagai pilihan makanan dan minuman. Pengembangan unit-unit usaha tersebut menjadi bagian dari upaya optimalisasi dana BLU sekaligus memperluas sumber pendapatan dan meningkatkan kualitas layanan di lingkungan perguruan tinggi.
Bagi UIN STS Jambi, praktik tersebut menjadi salah satu referensi penting dalam melihat bagaimana BLU tidak semata-mata dipahami sebagai mekanisme pengelolaan keuangan, tetapi juga dapat diarahkan untuk membangun ekosistem layanan kampus yang produktif, profesional, dan berkelanjutan.
Meninjau Command Center hingga Data Center
Usai berdiskusi mengenai pengelolaan BLU dan pengembangan unit usaha, rombongan UIN STS Jambi diajak melihat secara langsung sejumlah fasilitas strategis UIN Gus Dur.
Kunjungan dimulai dari Command Center atau ruang pemantauan yang menjadi pusat kendali dan monitoring berbagai aktivitas kampus. Fasilitas tersebut memperlihatkan bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dapat mendukung pengawasan, pengambilan keputusan, serta tata kelola perguruan tinggi secara lebih terintegrasi.
Rombongan kemudian meninjau server atau Data Center yang menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung sistem informasi dan layanan digital kampus.
Penguatan infrastruktur digital tersebut dinilai memiliki posisi strategis dalam menghadapi kebutuhan perguruan tinggi modern yang semakin bergantung pada ketersediaan data, keamanan sistem, konektivitas, serta layanan informasi yang cepat dan terintegrasi.
Tidak hanya infrastruktur teknologi, rombongan juga melihat penerapan Smart Class sebagai bagian dari transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Fasilitas tersebut menjadi gambaran bahwa transformasi digital perguruan tinggi tidak berhenti pada aspek administrasi, tetapi juga menyentuh proses pembelajaran dan pengalaman akademik mahasiswa.
Student Center Berkapasitas Lebih dari 3.000 Orang
Perhatian berikutnya tertuju pada Gedung Student Center UIN Gus Dur yang difungsikan sebagai pusat berbagai kegiatan besar kampus, termasuk pertemuan dan pelaksanaan wisuda.
Gedung tersebut memiliki kapasitas lebih dari 3.000 orang sehingga dapat menjadi fasilitas strategis untuk menunjang berbagai agenda akademik maupun kelembagaan berskala besar.
Keberadaan Student Center menunjukkan pentingnya penyediaan infrastruktur multifungsi dalam mendukung aktivitas perguruan tinggi. Selain meningkatkan efisiensi penggunaan fasilitas, gedung terintegrasi semacam ini juga dapat menjadi ruang interaksi sivitas akademika dan pusat penyelenggaraan kegiatan institusi.
Perpustakaan dengan Cafe Baca dan Kids Corner
Fasilitas lain yang menjadi sorotan dalam kunjungan tersebut adalah Perpustakaan UIN Gus Dur.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan akses koleksi literatur, perpustakaan dikembangkan sebagai ruang belajar dan interaksi yang lebih nyaman. Salah satu inovasinya adalah keberadaan cafe baca yang memberikan alternatif ruang bagi mahasiswa dan pengunjung untuk membaca serta berdiskusi dalam suasana yang lebih informal.
Perpustakaan juga dilengkapi dengan kids corner yang memberikan ruang ramah anak. Konsep tersebut memperlihatkan upaya menghadirkan perpustakaan sebagai ruang publik akademik yang lebih inklusif dan tidak terbatas pada aktivitas membaca secara konvensional.
Rangkaian kunjungan benchmarking ini menjadi ruang pertukaran pengalaman antara UIN STS Jambi dan UIN Gus Dur dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi.
Bagi UIN STS Jambi, berbagai praktik yang ditemui menjadi bahan pembelajaran dalam merumuskan pengembangan kampus ke depan, terutama terkait optimalisasi BLU, pengembangan unit usaha, transformasi digital, penguatan infrastruktur, serta peningkatan kualitas layanan kepada sivitas akademika.
Benchmarking tersebut pada akhirnya tidak sekadar menjadi kunjungan kelembagaan, tetapi menjadi bagian dari proses membangun tata kelola perguruan tinggi yang semakin adaptif, mandiri, produktif, dan berorientasi pada kualitas layanan.
