Iklan

Di Tengah Duka, Ketua MUI Provinsi Jambi Apresiasi Kepedulian Kapolda Jambi


Ketahuilah.com | Merangin - Bagi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi Dr. KH. Muhammad Umar Yusuf, M.H.I., kedatangan Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., ke rumah duka bukan sekadar kunjungan seorang pejabat kepada tokoh masyarakat. Kehadiran tersebut dirasakan sebagai bentuk kepedulian dan persaudaraan yang hadir di tengah suasana kehilangan.

Kapolda Jambi bersama sejumlah pejabat utama Polda Jambi menyambangi kediaman Ketua MUI Provinsi Jambi di Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Rabu (19/8/2026), untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ibunda beliau, Ibu Rahmah Binti H. Abdul Qodir.



Suasana duka masih terasa ketika rombongan Kapolda tiba. Namun, kehadiran tersebut sekaligus membawa penguatan bagi keluarga yang sedang berduka.

Dr. KH. Muhammad Umar Yusuf, M.H.I., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian Kapolda Jambi beserta jajaran yang menyempatkan diri hadir secara langsung.

Bagi Ketua MUI Provinsi Jambi, perhatian tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar ucapan belasungkawa.

“Saya dan keluarga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolda Jambi beserta jajaran yang telah hadir langsung ke rumah kami untuk menyampaikan belasungkawa. Di tengah suasana duka seperti ini, kehadiran beliau tentu sangat berarti bagi kami sekeluarga,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran Kapolda Jambi menunjukkan bahwa hubungan antara kepolisian dan tokoh agama tidak hanya terjalin dalam urusan kelembagaan, tetapi juga dilandasi nilai kemanusiaan, persaudaraan dan silaturahmi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi, S.I.K., M.H., Kapolsek Tabir IPTU Junaidi, S.H., M.H., serta jajaran kepolisian yang turut memberikan perhatian kepada keluarga.

Kehadiran yang Menguatkan

Kehilangan seorang ibu tentu meninggalkan duka mendalam bagi seorang anak. Bagi Dr. KH. Muhammad Umar Yusuf, kehadiran keluarga, sahabat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan jajaran kepolisian menjadi penguat untuk menerima ketetapan Allah SWT dengan penuh keikhlasan.

Di tengah kesibukan dan tanggung jawabnya sebagai Kapolda Jambi, kehadiran Irjen Pol. Krisno H. Siregar secara langsung ke rumah duka menjadi bentuk perhatian yang sangat dihargai.

“Ini bukan hanya soal jabatan atau institusi. Bagi kami, ini adalah silaturahmi dan kepedulian seorang saudara kepada saudara lainnya yang sedang mengalami musibah. Tentu kami sangat menghargainya,” tutur Ketua MUI Provinsi Jambi.

Menurutnya, silaturahmi dalam suasana duka memiliki nilai yang sangat penting. Sebab, pada saat seseorang kehilangan orang yang dicintai, dukungan moral dan kehadiran orang-orang terdekat dapat memberikan kekuatan untuk tetap tegar.

Ulama dan Polri, Menjaga Silaturahmi

Sebagai Ketua MUI Provinsi Jambi, Dr. KH. Muhammad Umar Yusuf juga menilai hubungan yang baik antara ulama dan kepolisian merupakan bagian penting dalam menjaga kehidupan masyarakat.

Ulama memiliki peran dalam memberikan pembinaan keagamaan dan moral kepada masyarakat, sementara kepolisian memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui komunikasi, silaturahmi dan saling menghormati.

“Kita berharap silaturahmi antara ulama, kepolisian dan seluruh elemen masyarakat terus terjaga. Dengan hubungan yang baik, insyaallah berbagai persoalan masyarakat dapat kita hadapi bersama dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan,” katanya.

Ia pun berharap perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan Kapolda Jambi menjadi bagian dari hubungan yang semakin erat antara MUI Provinsi Jambi dengan Polda Jambi.

Bagi Dr. KH. Muhammad Umar Yusuf, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, jabatan boleh berbeda, tetapi rasa kemanusiaan dan persaudaraan harus tetap menjadi pengikat.

Di penghujung pertemuan, doa pun menjadi penutup silaturahmi. Keluarga berharap almarhumah Ibu Rahmah Binti H. Abdul Qodir mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan diterima seluruh amal ibadahnya.

Sementara bagi keluarga yang ditinggalkan, doa dan dukungan dari berbagai pihak menjadi kekuatan untuk melanjutkan kehidupan dengan penuh keikhlasan.