Kegiatan bertajuk Imaji Sarjana Festival itu diisi dengan Pelatihan Fotografi dan Videografi. Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian side event ISNU dalam menyemarakkan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Sebanyak sembilan orang Pengurus Wilayah ISNU Provinsi Jambi turut menghadiri kegiatan tersebut. Diantaranya berasal dari berbagai institusi, yakni dua orang dari Universitas Jambi (Unja), empat orang dari UIN Jambi, satu orang dari IAIN Kerinci, serta dua orang dari Kementerian Agama Kabupaten Tebo.
Ketua PW ISNU Jambi, Prof. Elita Rahmi, MH, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Sekretaris Umum PW ISNU Jambi, H. ARFAN, S.TH.I., M.SOC.SC., Ph. D.
Menurut Prof. Elita Rahmi, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi para peserta, terutama melalui kesempatan berbagi pengalaman dan pengetahuan dari para narasumber yang memiliki kompetensi serta pengalaman luas di bidangnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Umum PW ISNU Provinsi Jambi sekaligus Dekan FST UIN STS Jambi, H. ARFAN, S.TH.I., M.SOC.SC., Ph. D. Ia mengapresiasi materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut, khususnya karena menghadirkan narasumber dengan latar belakang pesantren yang mampu berkiprah hingga tingkat global.
H. ARFAN, S.TH.I., M.SOC.SC., Ph. D., menilai, kehadiran Fahmi Adimara, S.Km., M.KKK sebagai narasumber menjadi gambaran bahwa pada abad kedua NU, santri tidak hanya memiliki akar kuat dalam tradisi pesantren, tetapi juga mampu menjadi digital native yang sejajar dengan masyarakat global.
“Fahmi Adimara, S.Km., M.KKK sosok narasumber yang alumni Pondok Pesantren dan sudah mengglobal menjadi bukti bahwa di abad kedua NU, seorang santri adalah sekaligus digital native, setara dengan warga global” ujar H. ARFAN, S.TH.I., M.SOC.SC., Ph. D.
Dalam pelatihan tersebut, Fahmi Adimara, S.Km., M.KKK menyampaikan materi mengenai Photography, Mobile Photography & Visual Storytelling. Sementara pemateri kedua, Ryan Guty, membawakan materi Cinematic Videography & Editing – CapCut/Premiere Pro.
Ketua PC ISNU Jombang, Dr. H. Abdullah Aminuddin Aziz, M.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk turut menyemarakkan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
“Acara ini menyemarakkan Muktamar ke-35 NU di PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Acara ini merupakan kegiatan pelatihan sekaligus lomba, ISNU full mengadakan acara,” katanya.
Ia juga menekankan potensi besar ISNU sebagai wadah yang mempertemukan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, birokrat hingga profesional. Kondisi tersebut, menurutnya, membuka ruang kolaborasi yang luas, termasuk antara perguruan tinggi, pesantren dan ISNU.
“Di tubuh ISNU ada akademisi, birokrat dan profesional. Ada pesantren, potensi kerja sama perguruan tinggi, pesantren dengan ISNU,” ujarnya.
Sementara itu, PW ISNU Jawa Timur, Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah, S.H., M.Hum., menggambarkan kehadiran ISNU dalam rangkaian Muktamar NU sebagai sebuah “romli” atau rombongan lintas inspirasi.
“ISNU ini merupakan romli di muktamar, tapi bukan rombongan liar, melainkan rombongan lintas inspirasi, lintas ide, dan literasi,” kata Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah, S.H., M.Hum.
Ia menegaskan bahwa tradisi kesanadan atau keterhubungan antara kiai dan murid merupakan salah satu karakter penting yang terus dijaga di lingkungan NU.
“Di NU, kiainya di mana, muridnya mengikuti. Itulah kesanadan yang dijaga oleh NU,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan infrastruktur budaya dan tradisi yang telah menjadi bagian penting dari NU.
“Kita punya infrastruktur budaya dan tradisi. Kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan saja, kita harus mempertahankan kesanadan yang ada,” katanya.
Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah, S.H., M.Hum. juga menilai pola dakwah pada masa kini telah mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi.
“Dakwah saat ini tidak sama dengan dakwah pada zaman dulu. Sekarang orang-orang lebih banyak melihat media sosial, YouTube, TikTok, Instagram dan lain sebagainya. Jadi kita berdakwah sesuai dan relevan dengan kondisi kita saat ini,” tuturnya.
Kehadiran PW ISNU Jambi dalam Imaji Sarjana Festival sekaligus menunjukkan komitmen ISNU untuk memperkuat kapasitas sarjana NU dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, tanpa meninggalkan tradisi, nilai-nilai pesantren, serta jejaring keilmuan yang menjadi bagian dari karakter Nahdlatul Ulama.


