Iklan

UIN STS Jambi Anugerahi Hj. Ernawati Penghargaan Perempuan Peduli Jambi

Ketahuilah.com | Internasional - Tepuk tangan mengiringi sebuah penghargaan yang bukan sekadar simbol apresiasi. Di tengah suasana khidmat Wisuda Sarjana ke-72, Magister ke-45, dan Doktor ke-21 Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, nama Hj. Ernawati mendapat perhatian khusus.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., memberikan penghargaan “Perempuan Peduli Jambi” kepada Hj. Ernawati sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, keteladanan, serta kontribusinya bagi masyarakat Jambi.

Bagi Hj. Ernawati, penghargaan itu tidak berhenti pada sebuah piagam atau pengakuan. Di balik penghargaan tersebut terdapat perjalanan panjang tentang bagaimana seorang perempuan asal Jambi membangun kiprah hingga menembus jejaring internasional, namun tetap memilih untuk kembali memberi arti bagi daerah asalnya.

“Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi, keteladanan, dan kontribusi nyata Hj. Ernawati bagi Jambi,” ujar Prof. Dr. H. Kasful Anwar.

Menurut Kasful, perjalanan Hj. Ernawati menjadi bukti bahwa alumni UIN STS Jambi tidak hanya mampu berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membawa nama baik daerah ke panggung internasional.

“Beliau telah membuktikan bahwa alumni UIN STS Jambi memiliki daya saing dan mampu membawa nama baik daerah,” katanya.

Namun, ada satu hal yang membuat perjalanan Hj. Ernawati menjadi lebih bermakna. Prestasi global tidak membuatnya berjarak dengan tanah kelahiran.

Justru dari ruang-ruang pergaulan internasional itulah tumbuh semangat untuk membawa manfaat kembali kepada masyarakat Jambi.

Sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi, Hj. Ernawati aktif mendorong berbagai upaya pemberdayaan masyarakat. Perhatiannya tidak terbatas pada satu sektor, tetapi menyentuh pendidikan, kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga pengentasan kemiskinan.

Ia juga mendorong terciptanya lapangan kerja yang memanfaatkan potensi lokal Jambi. Gagasannya diarahkan agar kekayaan dan potensi ekonomi daerah tidak hanya berhenti sebagai sumber daya lokal, tetapi memiliki peluang untuk masuk ke dalam rantai pasok yang lebih luas, bahkan global.

Di sanalah pengabdian itu menemukan bentuknya.

Potensi daerah dipertemukan dengan kesempatan. Masyarakat didorong agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu tumbuh sebagai pelaku ekonomi yang mandiri.

Perhatian itu juga diarahkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk kaum dhuafa, anak yatim, dan masyarakat kurang mampu.

Di luar aktivitas pemberdayaan, Hj. Ernawati juga dikenal memiliki kepedulian dalam bidang filantropi. Sebagian penghasilannya disebut dialokasikan untuk infak, sedekah, dan wakaf.

Sebanyak 50 persen penghasilannya setiap tahun disebut disalurkan untuk kegiatan sosial dan keagamaan. Bagi Hj. Ernawati, komitmen tersebut merupakan bagian dari rasa syukur sekaligus bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Apa yang diberikan kemudian diharapkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk manfaat yang lebih luas.

Dari pendidikan hingga filantropi, dari pemberdayaan ekonomi hingga penguatan sumber daya manusia, benang merahnya tetap sama: keberhasilan tidak boleh berhenti pada diri sendiri.

Prinsip itulah yang membuat sosok Hj. Ernawati dinilai layak mendapat penghargaan sebagai perempuan yang peduli terhadap Jambi.

Perjalanannya sekaligus memperlihatkan bahwa perempuan memiliki ruang yang luas untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan. Perempuan Melayu, dalam kiprahnya, bukan hanya berada di ruang domestik, tetapi juga mampu hadir dalam pendidikan, ekonomi, sosial, filantropi, hingga jejaring internasional.

Bagi UIN STS Jambi, keberhasilan seorang alumni seperti Hj. Ernawati juga memiliki arti tersendiri.

Alumni bukan sekadar mereka yang meninggalkan kampus setelah menyelesaikan pendidikan. Lebih jauh, alumni dapat menjadi jembatan antara perguruan tinggi dengan masyarakat dan dunia internasional.

Jejaring yang dibangun alumni di berbagai tempat dapat membuka ruang kolaborasi baru. Dari sana, pengetahuan, pengalaman, peluang kerja sama, hingga program pemberdayaan dapat kembali mengalir ke daerah.

Karena itu, penghargaan kepada Hj. Ernawati sekaligus menjadi pesan kepada mahasiswa dan alumni UIN STS Jambi.

Prestasi akademik hanyalah satu bagian dari perjalanan. Setelah lulus, masih ada ruang yang jauh lebih luas untuk mengabdikan ilmu dan kemampuan kepada masyarakat.

“Yang paling penting, prestasi global harus tetap disertai kepedulian terhadap daerah dan masyarakat,” tutur Kasful.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah dunia yang semakin terbuka. Generasi muda Jambi dituntut memiliki kemampuan untuk bersaing secara global, tetapi pada saat yang sama tidak kehilangan identitas dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Hj. Ernawati memperlihatkan bahwa keduanya bukan sesuatu yang harus dipertentangkan.

Seseorang dapat membangun jejaring hingga Timur Tengah, berinteraksi dengan berbagai pihak di tingkat internasional, sekaligus tetap menaruh perhatian pada persoalan masyarakat di kampung halaman.

Pada akhirnya, penghargaan “Perempuan Peduli Jambi” bukan hanya tentang siapa yang menerima penghargaan.

Ia adalah cerita tentang bagaimana sebuah pencapaian memperoleh makna ketika dikembalikan kepada masyarakat.

Tentang bagaimana pendidikan melahirkan keberanian untuk bermimpi lebih jauh. Tentang bagaimana prestasi dapat membuka pintu dunia. Dan tentang bagaimana seseorang yang telah sampai di panggung global tetap memilih untuk menoleh, pulang, dan bertanya: apa yang bisa saya lakukan untuk Jambi?

Dari situlah kisah Hj. Ernawati menjadi inspirasi.

Sebab keberhasilan yang sesungguhnya bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang melangkah, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang ditinggalkan di sepanjang perjalanan.

Dan bagi Jambi, kiprah Hj. Ernawati menjadi pengingat bahwa perempuan, alumni perguruan tinggi, dan masyarakat daerah memiliki kekuatan untuk tumbuh bersama—berprestasi di dunia, tetapi tetap mengakar kuat pada pengabdian di tanah sendiri.