Iklan

37 Tahun Menanti dalam Gelap, 86 KK di Rantau Palimbang Akhirnya Segera Nikmati Listrik

Ketahuilah.com | Merangin - Selama 37 tahun, malam bagi warga RT 08 Dusun Rantau Palimbang, Desa Rantau Limau Manis, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin, bukan sekadar pergantian waktu. Gelap telah menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Kini, penantian panjang itu memasuki babak baru.

Sebanyak 86 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut dipastikan akan segera menikmati aliran listrik. Kabar itu menjadi angin segar bagi warga yang selama puluhan tahun hidup tanpa penerangan listrik seperti masyarakat pada umumnya.

Setelah 37 tahun gelap, alhamdulillah akan terang.

Kalimat penuh rasa syukur itu menggambarkan kebahagiaan warga setelah tiang-tiang listrik mulai dikirim ke wilayah mereka.

Kabar tersebut disampaikan Bupati Merangin H M Syukur di sela kesibukannya menerima sejumlah tamu dari beberapa kecamatan di rumah dinasnya, Rabu malam (2/9/2026).

Menurut H M Syukur, tanda-tanda bahwa penantian warga segera berakhir mulai terlihat. Pada malam itu, tiga mobil truk pengangkut tiang listrik dari Palembang telah tiba di RT 08 Rantau Palimbang. Dua truk lainnya dijadwalkan menyusul pada hari berikutnya.

“Malami ini sudah tiba di RT 08 Rantau Palimbang sebanyak tiga mobil truk pengangkut tiang listrik dari Palembang. Besok akan tiba dua mobil truk lagi membawa tiang-tiang listrik,” ujar Bupati.

Tiang-tiang tersebut, lanjutnya, akan segera didirikan dan dilanjutkan dengan pemasangan jaringan kabel. Dengan demikian, rumah-rumah warga yang selama ini hanya diterangi sumber penerangan terbatas diharapkan segera mendapatkan aliran listrik.

Bagi sebagian orang, datangnya listrik mungkin merupakan sesuatu yang biasa. Namun bagi warga Rantau Palimbang, kehadiran jaringan listrik memiliki arti yang jauh lebih besar: berakhirnya puluhan tahun hidup dalam keterbatasan penerangan.

Bukan Hanya Rumah yang Akan Terang

Kepala Desa Rantau Limau Manis, Aswni, yang saat ini masih berada di Kota Jambi untuk urusan dinas, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Merangin dan seluruh pihak yang ikut memperjuangkan hadirnya listrik di wilayah tersebut.

“Terima kasih sekali Pak Bupati dan pihak PLN ULP Bangko, PLN UIW S2JB UP3 Muara Bungo, Pak Camat Tabir Ilir, BPD dan seluruh pihak serta masyarakat yang telah berpartisipasi memperjuangkan semua ini,” ujar Aswni.

Menurutnya, aliran listrik tersebut tidak hanya akan menerangi rumah-rumah warga.

Sejumlah fasilitas pendidikan, keagamaan dan fasilitas publik juga akan ikut mendapatkan penerangan. Di antaranya SD Negeri 313, satu unit PAUD, madrasah, mushola, Rumah Singgah Hutan Adat Kuto Hayo serta pendopo di pemakaman umum.

Jaringan listrik tersebut akan mengambil sumber dari gardu listrik yang berada di RT 09 dusun yang sama. Pembangunan jaringan diperkirakan memiliki panjang sekitar tiga kilometer dengan 45 tiang listrik.

Secara geografis, RT 08 Dusun Rantau Palimbang berada di wilayah yang berbatasan dengan Desa Sumber Mulyo, Unit 5 eks transmigrasi Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo.

“Jadi dari RT 08 itu, sekitar enam kilometer lagi sudah sampai ke Kabupaten Bungo,” jelas Aswni.

Sujud Syukur Setelah Penantian Panjang

Kabar akan masuknya listrik tidak hanya disambut dengan ucapan terima kasih. Bagi sebagian warga, kabar tersebut menghadirkan luapan emosi yang sulit disembunyikan.

Kepala Dusun Rantau Palimbang, Haris, bahkan tak kuasa menahan tangis kegembiraan. Ia melakukan sujud syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas datangnya nikmat yang selama ini dinantikan.

“Terima kasih Pak Bupati,” ujarnya lirih.

Rasa haru serupa juga dirasakan Madi, Ketua RT 08, dan Sahrul, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rantau Limau Manis. Keduanya bahkan sempat meneteskan air mata saat mengetahui bahwa jaringan listrik benar-benar akan segera dibangun.

Tangis itu bukan semata-mata karena hadirnya tiang-tiang listrik.

Ada 37 tahun penantian di baliknya.

Ada anak-anak yang selama ini belajar dan mengaji dalam keterbatasan penerangan. Ada keluarga yang harus menyesuaikan aktivitas ketika malam datang. Ada pula keterbatasan dalam mengakses informasi melalui perangkat elektronik yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat modern.

Kini, semuanya perlahan berubah.

Warga RT 08 berharap hadirnya listrik tidak hanya membuat rumah mereka terang, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak untuk belajar, bagi masyarakat untuk beraktivitas pada malam hari, serta bagi generasi muda untuk mendapatkan akses informasi dan teknologi yang lebih baik.

Setelah puluhan tahun menunggu, malam di Rantau Palimbang sebentar lagi tidak lagi sama.

Lampu-lampu akan menyala. Rumah-rumah akan terang. Anak-anak akan belajar dan mengaji tanpa ditemani gelap.

Dan bagi 86 keluarga di RT 08, cahaya itu bukan sekadar listrik.

Itulah cahaya yang telah mereka tunggu selama 37 tahun.