Iklan

Dari Kampus ke Dunia: Prof. Lukman Hakim Dorong FTK UIN STS Jambi Perkuat Kerja Sama Internasional dan Tarik Mahasiswa Asing

Ketahuilah.com | Balikpapan - Perguruan tinggi Indonesia tidak lagi cukup hanya membangun reputasi di tingkat nasional. Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin terbuka, kemampuan membangun jejaring internasional, menghadirkan mahasiswa asing, memperluas riset lintas negara, serta menciptakan ekosistem akademik berstandar global menjadi bagian penting dari arah pengembangan kampus.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Seminar Internasional dan Temu Nasional Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama Fakultas yang berlangsung di Balikpapan, Kamis (24/9/2026). Salah satu peserta dan pembicara dalam forum tersebut, Prof. Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.Pd.I., Guru Besar sekaligus Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, menekankan pentingnya mengubah kerja sama internasional dari sekadar dokumen kelembagaan menjadi kolaborasi yang memberikan dampak nyata.

Menurut Prof. Lukman, peluang kerja sama internasional yang mampu menarik mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi Indonesia membutuhkan sinergi banyak pihak. Kampus perlu membangun kurikulum yang memiliki orientasi global, menyediakan program berbahasa Inggris, mengembangkan kelas internasional, serta memperkuat mutu akademik agar dapat diterima dan dikenal dalam jejaring pendidikan tinggi internasional.

“Kerja sama internasional harus memberikan dampak. Bukan hanya MoU atau MoA, tetapi bagaimana kerja sama itu melahirkan program, mobilitas mahasiswa dan dosen, riset bersama, publikasi internasional, hingga mampu menarik mahasiswa asing untuk belajar di perguruan tinggi Indonesia,” ujar Prof. Lukman.

Bukan Sekadar Mendatangkan Mahasiswa Asing

Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi harus dibangun sebagai ekosistem. Kehadiran mahasiswa asing tidak cukup hanya dengan membuka akses penerimaan, tetapi harus diikuti layanan yang ramah, cepat dan responsif. International Office, misalnya, memiliki peran penting dalam membantu kebutuhan visa, izin tinggal, akomodasi, adaptasi budaya hingga kebutuhan akademik mahasiswa internasional.

Selain itu, penguatan riset bersama dan publikasi global juga menjadi instrumen penting dalam membangun reputasi perguruan tinggi. Kolaborasi penelitian dengan perguruan tinggi luar negeri dapat diarahkan pada isu-isu strategis, termasuk pendidikan, perubahan iklim, energi terbarukan, kesehatan, teknologi dan persoalan sosial yang memiliki dimensi global.

Mobilitas akademik dua arah juga dinilai penting. Program student exchange, international internship, short course, credit transfer hingga double degree dapat memberikan pengalaman akademik sekaligus membangun jejaring global bagi mahasiswa dan dosen.

Dalam konteks FTK UIN STS Jambi, peluang tersebut terbuka melalui pengembangan inbound mobility dan program mahasiswa asing. Mahasiswa dari sejumlah negara, seperti Malaysia, Thailand maupun negara lainnya, dapat diarahkan mengikuti program studi, short course atau credit transfer di Jambi.

Sivitas Akademika Jadi Bagian dari Internasionalisasi

Prof. Lukman menilai internasionalisasi bukan hanya tugas pimpinan universitas atau fakultas. Seluruh sivitas akademika memiliki peran masing-masing dalam membangun lingkungan kampus yang terbuka terhadap dunia.

Mahasiswa dapat menjadi cultural ambassador dengan memperkenalkan budaya lokal sekaligus membangun hubungan dengan mahasiswa asing. Kehadiran sistem student buddy juga dapat membantu mahasiswa internasional beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial di Indonesia.

Dosen, kata Prof. Lukman, perlu terus meningkatkan kemampuan mengajar dalam bahasa asing, memperluas riset kolaboratif dengan mitra luar negeri dan membuka peluang menjadi visiting lecturer maupun narasumber internasional.

Sementara itu, tenaga kependidikan dituntut mampu memberikan pelayanan administrasi yang ramah bagi warga asing. Penguasaan bahasa asing, digitalisasi layanan dan sistem informasi kampus yang mudah diakses menjadi bagian penting dari wajah internasional sebuah perguruan tinggi.

FTK UIN STS Jambi Didorong Menjadi Pusat Keunggulan

Khusus untuk FTK UIN STS Jambi, Prof. Lukman melihat kerja sama internasional sebagai peluang strategis untuk memperkuat rekognisi global fakultas. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan kelas bilingual atau multilingual, penyelarasan kurikulum dengan mitra luar negeri, program mobilitas mahasiswa dan dosen, serta penguatan riset pendidikan Islam dan keguruan.

FTK juga dapat mengembangkan kolaborasi penelitian dan publikasi dengan universitas mitra di berbagai kawasan, termasuk Asia Tenggara, Timur Tengah maupun negara-negara lainnya. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran akademik, tetapi menghasilkan luaran yang terukur dan berkelanjutan.

“FTK harus mampu menjadi bagian dari ekosistem pendidikan tinggi global. Kita ingin mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi pedagogis, tetapi juga memiliki wawasan internasional dan kemampuan berinteraksi dalam lingkungan yang multikultural,” jelasnya.

Untuk mendukung agenda tersebut, universitas memiliki peran dalam menyediakan payung kelembagaan melalui MoU dan MoA, dukungan pembiayaan, penguatan fasilitas, asrama mahasiswa, kelas digital, layanan internasional serta promosi kampus di tingkat global.

Tantangan Masih Terbuka

Meski peluangnya besar, internasionalisasi perguruan tinggi bukan tanpa tantangan. Prof. Lukman mengidentifikasi sejumlah persoalan yang perlu disiapkan secara bertahap, mulai dari kemampuan bahasa Inggris dan Arab, kesesuaian kurikulum, fasilitas pendukung, pembiayaan mobilitas internasional hingga layanan administrasi dan keimigrasian.

Persoalan tersebut perlu dijawab melalui kebijakan kelembagaan yang terintegrasi. Kampus juga perlu memastikan mahasiswa asing mendapatkan lingkungan akademik dan sosial yang aman, nyaman serta mendukung proses adaptasi mereka.

Di sisi lain, masyarakat sekitar kampus turut memiliki peran. Kehadiran mahasiswa asing dapat membuka ruang pertukaran budaya sekaligus memberikan dampak ekonomi melalui sektor akomodasi, kuliner, transportasi dan pariwisata. Konsep tersebut dapat berkembang menjadi edu-tourism, ketika aktivitas pendidikan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

Pada akhirnya, internasionalisasi perguruan tinggi bukan sekadar tentang seberapa banyak mahasiswa asing yang datang. Lebih jauh, hal itu menyangkut kemampuan sebuah kampus membangun kualitas akademik, menciptakan jejaring pengetahuan lintas negara dan menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu berdialog dengan dunia.

Bagi FTK UIN STS Jambi, visi tersebut menjadi peluang untuk bergerak menuju center of excellence pendidikan Islam dan keguruan berstandar internasional. Dengan kolaborasi yang kuat antara fakultas, universitas, pemerintah, mitra luar negeri dan masyarakat, kerja sama internasional diharapkan dapat bertransformasi menjadi kekuatan nyata bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi sekaligus membuka jalan bagi lahirnya lulusan yang berdaya saing global.