Iklan

Merawat Komitmen Keumatan dan Kebangsaan di Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung

Oleh: Dr. M. Junaidi Habe, M.Si /  Ketua Majelis Penasehat MD KAHMI Tanjab Tim

Refleksi Hari Ulang Tahun Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke-60

Ketahuilah.com | Tanjab Tim - Enam dekade bukanlah waktu yang singkat bagi perjalanan sebuah organisasi. Usia 60 tahun adalah penanda kematangan sebuah "usia berlian" di mana Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) telah melintasi berbagai dinamika zaman, pasang surut roda kekuasaan, serta pergeseran lanskap sosial-politik bangsa. Sejak lahir dari rahim sejarah perjuangan pada 17 September 1966, KAHMI secara konsisten berdiri tegak sebagai pilar strategis dan penjaga kedaulatan moral bangsa.

Berbicara tentang keberadaan KAHMI di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kita tidak sekadar membicarakan sebuah organisasi wadah berkumpulnya para mantan aktivis "hijau-hitam". Lebih mendasar dari itu, kita sedang mengemban tanggung jawab moral dan historis.

Tanjung Jabung Timur dengan bentang pesisir dan daratannya yang kaya di Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung memanggil kita semua. Para alumni HMI yang kini tersebar di berbagai sektor; baik birokrasi, politik, akademisi, pengusaha, hingga pengabdian di sektor pertanian dan kelautan, dipanggil untuk senantiasa menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.

Refleksi 60 tahun KAHMI ini hendaknya menjadi momentum muhasabah (introspeksi) bersama. Sudah sejauh mana kehadiran kita dirasakan oleh masyarakat Tanjab Timur? Apakah nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan yang dahulu diikrarkan di dalam ruang-ruang perkaderan masih tetap menyala dalam laku lampah pengabdian kita sehari-hari?

Pesan Moral Bagi Alumni: Merawat Integritas dan Kolaborasi

Pada momentum yang mulia ini, penting bagi kita untuk saling mengingatkan melalui beberapa pesan moral bagi keluarga besar KAHMI Tanjung Jabung Timur:

  1. Menjaga "Khittah" Perjuangan dan Integritas Moral

Alumni HMI harus menjadi teladan di tengah masyarakat. Di tengah kuatnya godaan pragmatisme dan politik transaksional, KAHMI harus tetap hadir sebagai mata air kejernihan moral. Jabatan boleh berganti dan status sosial boleh meningkat, namun watak dasar seorang kader HMI tidak boleh luntur: membela kaum mustadh'afin (terpinggirkan) dan konsisten berpihak pada kebenaran.

  1. Menjadi Solusi atas Problem Daerah (Local Wisdom & Impact)

Tanjung Jabung Timur memiliki tantangan pembangunannya tersendiri. Kehadiran KAHMI di tanah ini harus mampu menjadi katalisator solusi. Mari kita tinggalkan ego sektoral dan sekat-sekat perbedaan politik masa lalu. Di "rumah besar" KAHMI ini, kita melebur dalam satu tujuan mulia: memajukan kesejahteraan masyarakat Tanjab Timur melalui sumbangan gagasan konstruktif dan karya nyata.

  1. Merawat Silaturahmi dan Estafet Kaderisasi

Kematangan usia 60 tahun KAHMI harus ditandai dengan makin kuatnya ikatan batin antar-generasi. Senior merangkul yang muda, dan junior menghormati yang senior. Tugas alumni bukan hanya meraih sukses secara pribadi, melainkan juga memastikan bahwa tunas-tunas hijau-hitam di komisariat hari ini mendapatkan bimbingan, akses, serta teladan kepemimpinan yang baik.

Mari kita jadikan peringatan HUT KAHMI ke-60 ini sebagai titik pijak (stepping stone) untuk melangkah lebih cepat, lebih solid, dan lebih berdampak bagi kemajuan daerah, bangsa, dan agama.

Yakin Usaha Sampai (YAKUSA)!

Semoga Allah SWT senantiasa merestui dan meridhoi setiap langkah pengabdian kita untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur tercinta