Ketahuilah.com | Pendidikan - Hari pertama memasuki dunia perguruan tinggi menjadi pengalaman yang tidak sekadar diisi dengan pengenalan kampus bagi 342 mahasiswa baru Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.
Pada Kamis, 3 September 2026, para mahasiswa baru tersebut justru langsung diajak menatap tantangan yang lebih jauh: bagaimana bertahan, berkembang, dan terus beradaptasi di tengah perubahan teknologi digital yang bergerak begitu cepat.
Pesan itu dikemas dalam kegiatan Kuliah Umum bertajuk “How Long Can You Go? Adaptive Student in The Digital Era”, yang digelar di Kampus Mendalo, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Tak hanya menghadirkan wawasan baru, kegiatan tersebut juga berlangsung semakin semarak dengan pembagian doorprize bagi mahasiswa.
Prodi Sistem Informasi menghadirkan Ade Putra Hayat, Kepala UPTIPD IAIN Kerinci, sebagai pemateri. Kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam kegiatan penyambutan mahasiswa baru, terutama karena pengalaman yang dibagikan bersentuhan langsung dengan perkembangan dan transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi.
Di hadapan ratusan mahasiswa baru, Ade tidak sekadar berbicara mengenai teknologi. Ia mengajak mahasiswa melihat perubahan digital sebagai ruang untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri.
Ada tiga kunci yang ditekankan untuk menjadi mahasiswa adaptif di era digital, yakni Curious, Agile, dan Beretika.
Sikap curious mendorong mahasiswa untuk selalu memiliki rasa ingin tahu dan tidak berhenti belajar. Sementara agile menuntut kemampuan untuk bergerak cepat, fleksibel, dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan. Namun, seluruh kemampuan tersebut harus tetap dibingkai dengan etika.
Menurutnya, kecanggihan teknologi tidak akan cukup apabila tidak diiringi kemampuan manusia dalam menggunakannya secara bertanggung jawab.
Karena itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada pentingnya literasi data, keamanan siber, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijak dalam menunjang proses perkuliahan.
“Jangan tanya sampai kapan kamu bisa bertahan. Tapi tanya pada diri sendiri: How Long Can You Go? Mahasiswa yang menang di era ini adalah yang mau terus belajar dan tidak takut berubah,” tegas Ade.
Pesan tersebut menjadi semacam refleksi awal bagi mahasiswa baru yang baru saja memasuki lingkungan akademik. Dunia perkuliahan tidak lagi hanya berbicara tentang ruang kelas, tugas dan ujian, tetapi juga kemampuan menghadapi perubahan serta memanfaatkan teknologi secara cerdas.
Belajar Sambil Membangun Kedekatan
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi Prodi Sistem Informasi untuk membangun kedekatan dengan mahasiswa baru sejak awal masa perkuliahan.
Kaprodi Sistem Informasi FST UIN Jambi, Hery Afriadi, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan motivasi sekaligus membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan akademik dan perkembangan teknologi.
“Selain memberi wawasan, kami juga ingin mencairkan suasana dengan doorprize. Harapannya mahasiswa baru semangat belajar dan merasa menjadi bagian dari keluarga besar SI FST UIN Jambi,” ujarnya.
Suasana yang semula serius dalam sesi kuliah umum kemudian berubah lebih cair ketika panitia mulai mengumumkan pembagian doorprize.
Antusiasme mahasiswa pun terlihat. Nama-nama yang dipanggil satu per satu disambut sorak dan tepuk tangan dari peserta lainnya. Hadiah menjadi kejutan kecil yang membuat kegiatan penyambutan tersebut terasa lebih akrab dan menyenangkan.
Bagi mahasiswa baru, pengalaman tersebut menjadi bagian dari kesan pertama mereka sebagai keluarga baru Program Studi Sistem Informasi.
“Seru banget. Dapat ilmu dari Kepala UPTIPD langsung, terus ada doorprizenya juga. Bikin makin semangat kuliah di SI,” ujar salah seorang mahasiswa baru.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama dan yel-yel Program Studi Sistem Informasi.
Di balik kemeriahan acara, ada pesan yang ingin ditanamkan sejak awal: menjadi mahasiswa Sistem Informasi bukan hanya tentang memahami teknologi, tetapi juga tentang kesiapan menghadapi perubahan.
Sebab, di tengah dunia digital yang terus bergerak, kemampuan untuk beradaptasi bukan lagi sekadar pilihan. Ia menjadi bekal penting untuk menentukan seberapa jauh seorang mahasiswa mampu melangkah.
How long can you go?
Pertanyaan itu kini menjadi tantangan bagi 342 mahasiswa baru Sistem Informasi FST UIN Jambi untuk memulai perjalanan akademiknya.
