Iklan

Boardgame Memburu I-Tsing, Cara Kreatif Mengenalkan Sejarah dan Budaya Jambi kepada Generasi Muda

Ketahuilah.com | Jambi - Sejarah tidak selalu harus dipelajari melalui buku, catatan panjang, ataupun penjelasan di ruang kelas. Di tangan anak-anak muda kreatif, warisan sejarah dan budaya justru dapat dihadirkan melalui sebuah permainan yang menyenangkan, interaktif, sekaligus sarat pengetahuan.

Gagasan itulah yang diperkenalkan melalui kegiatan Diseminasi Karya Inovatif Boardgame Edukatif di Ruang Perhotelan SMKN 6 Kota Jambi, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara dunia pendidikan, perguruan tinggi, dan praktisi industri kreatif untuk memperkenalkan pendekatan baru dalam pembelajaran sejarah dan budaya kepada generasi muda.

Kegiatan tersebut menghadirkan Sepriano, M.Kom., Dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, serta Wahyu Hidayat, praktisi sekaligus pengembang boardgame Nusantara. Turut hadir Kepala SMKN 6 Kota Jambi, Endra Gunawan, S.Pd., M.Pd., majelis guru, dan para siswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Bagi dunia pendidikan, inovasi semacam ini menjadi penting di tengah perkembangan generasi muda yang semakin akrab dengan teknologi dan pola pembelajaran interaktif. Sejarah dan budaya membutuhkan pendekatan yang mampu mendekatkan peserta didik dengan materi pembelajaran, bukan sekadar membuat mereka menghafal peristiwa dan nama tokoh.

Kepala SMKN 6 Kota Jambi, Endra Gunawan, S.Pd., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai boardgame edukatif dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kolaborasi.

Menurutnya, kehadiran inovasi pembelajaran seperti ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada peserta didik agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan produk kreatif, tetapi juga berani mengembangkan gagasan serta menghasilkan karya yang bermanfaat.

Menghidupkan sejarah melalui kreativitas

Dalam pemaparannya, Sepriano, M.Kom., menekankan pentingnya memadukan imajinasi, kreativitas, dan pengetahuan dalam menghasilkan sebuah karya inovatif. Baginya, boardgame yang mengangkat sejarah dan budaya Jambi merupakan salah satu bentuk konkret bagaimana kekayaan lokal dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih menarik dan sesuai dengan karakter generasi muda.

Inovasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa sejarah daerah memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk kreatif yang tidak hanya bernilai hiburan, tetapi juga mengandung pesan edukatif.

Ia berharap karya semacam ini dapat menjadi pemantik semangat bagi anak-anak muda Jambi untuk terus berkarya, berani melakukan terobosan, dan menghasilkan produk inovatif yang memiliki nilai pengetahuan serta daya saing.

Sepriano juga memberikan apresiasi terhadap karya boardgame yang dikembangkan oleh Wahyu Hidayat. Terlebih, inovasi tersebut telah berhasil menembus program beasiswa LPDP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Capaian itu dinilai menjadi gambaran bahwa kreativitas anak muda daerah memiliki peluang untuk berkembang dan memperoleh pengakuan melalui program-program pengembangan inovasi yang lebih luas.

Memburu I-Tsing, belajar sejarah sambil menyusun strategi

Salah satu bagian menarik dalam kegiatan ini adalah pengenalan boardgame Memburu I-Tsing yang dikembangkan oleh Wahyu Hidayat.

Dalam sesi tersebut, Wahyu tidak hanya memperkenalkan permainan sebagai sebuah produk kreatif, tetapi juga mengajak peserta memahami gagasan yang melatarbelakangi proses pengembangannya. Mulai dari konsep permainan, mekanisme, hingga nilai edukasi yang ingin disampaikan kepada para pemain.

Melalui permainan tersebut, sejarah perjalanan dan jejak budaya diterjemahkan menjadi pengalaman yang dapat dinikmati secara langsung. Pengetahuan yang sebelumnya mungkin terasa jauh dari kehidupan sehari-hari siswa, kini dihadirkan melalui aktivitas bermain yang melibatkan interaksi dan strategi.

Suasana kegiatan semakin hidup ketika Wahyu menggelar simulasi permainan dalam beberapa sesi. Para siswa diberi kesempatan untuk mencoba langsung, memahami aturan permainan, menghadapi tantangan, menyusun strategi, serta berinteraksi dengan peserta lainnya.

Antusiasme terlihat dari keterlibatan para siswa selama simulasi berlangsung. Mereka tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Setiap langkah permainan menghadirkan tantangan yang menuntut pemain untuk berpikir, berkomunikasi, bekerja sama, dan menentukan keputusan.

Di sinilah boardgame menunjukkan potensinya sebagai media pembelajaran. Proses memperoleh pengetahuan tidak lagi berlangsung satu arah, melainkan melalui pengalaman langsung yang mendorong peserta didik untuk terlibat secara aktif.

Lebih dari sekadar permainan, Memburu I-Tsing menjadi contoh bagaimana kreativitas dapat menjembatani pengetahuan sejarah dengan cara belajar yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.

Kolaborasi untuk masa depan pembelajaran

Diseminasi karya inovatif ini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan sebuah permainan edukatif, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, praktisi industri kreatif, dan satuan pendidikan.

Kolaborasi tersebut penting untuk mendorong lahirnya media pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik di tengah perkembangan zaman.

Di sisi lain, pengembangan boardgame bertema sejarah dan budaya juga menghadirkan peluang untuk memperkenalkan kekayaan lokal Jambi melalui pendekatan kreatif. Warisan daerah tidak hanya disimpan sebagai catatan masa lalu, tetapi dapat diolah menjadi karya yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

Kegiatan di SMKN 6 Kota Jambi ini memberikan gambaran bahwa inovasi pembelajaran dapat lahir dari keberanian menggabungkan pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan budaya. Sebuah permainan sederhana dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan sejarah, membangun karakter, serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif.

Pada akhirnya, tantangan pelestarian sejarah dan budaya bukan hanya bagaimana menjaga peninggalan masa lalu, melainkan juga bagaimana membuat generasi muda merasa dekat, mengenal, dan memiliki ketertarikan untuk mempelajarinya.

Melalui boardgame edukatif, sejarah tidak lagi sekadar menjadi sesuatu yang dibaca dan dihafalkan. Ia dapat dimainkan, didiskusikan, dan dipahami melalui pengalaman.

Dari ruang Perhotelan SMKN 6 Kota Jambi, sebuah pesan penting mengemuka: kreativitas anak muda dapat menjadi salah satu jalan untuk membawa sejarah dan budaya lokal tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Posting Komentar

0 Komentar