-->
  • Jelajahi

    Copyright © Ketahuilah
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Tim Peneliti Mora Fitosterol UIN Jambi Mulai Riset Etnobotani di Taman Nasional Berbak Sembilang

    Ketahuilah
    Kamis, 30 April 2026 Last Updated 2026-05-12T04:12:52Z


    Ketahuilah.com - Tim Peneliti Mora Fitosterol Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memulai penelitian bertajuk Bioprospeksi Tanaman Obat Penyakit Eksema dari Kawasan Taman Nasional di Provinsi Jambi pada April 2026. Penelitian ini melibatkan enam dosen dan empat mahasiswa sebagai bagian dari upaya pengembangan riset biodiversitas dan pemanfaatan tanaman obat tradisional di Provinsi Jambi.




    Riset tersebut direncanakan berlangsung di empat kawasan taman nasional yang berada di Provinsi Jambi. Pada tahap awal, tim peneliti melakukan kegiatan penelitian di Taman Nasional Berbak Sembilang yang berada di wilayah hilir Jambi.


    Salah seorang Dosen dan anggota tim peneliti, Arfan Aziz, menjelaskan bahwa penelitian etnobotani di kawasan Berbak telah berhasil menghimpun informasi mengenai sekitar 71 jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan masyarakat setempat. Data tersebut diperoleh dari masyarakat di dua desa penyangga taman nasional di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yakni Desa Sungai Rambut dan Desa Rantau Rasau.




    Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, diskusi kelompok terfokus (focus group discussion), serta survei terhadap masyarakat pengguna tanaman obat tradisional. Pendekatan ini bertujuan untuk mendokumentasikan pengetahuan lokal terkait pemanfaatan tumbuhan sebagai pengobatan tradisional, khususnya untuk penyakit eksim.


    Saat ini, tim peneliti tengah melakukan rekapitulasi dan analisis data lapangan sebelum melanjutkan ke tahap pengujian laboratorium terhadap tanaman obat tradisional yang telah teridentifikasi dari kawasan penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan bahan alami berbasis biodiversitas lokal sebagai alternatif pengobatan penyakit kulit, sekaligus mendukung konservasi pengetahuan tradisional masyarakat di kawasan taman nasional.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini