Ketahuilah.com | Jambi - Festival Budaya Baselang Ka Umo 2026 sukses menyedot antusiasme masyarakat. Sekitar 3.000 pengunjung memadati kawasan pertanian dan permukiman Payo Nangko serta Lopak Putri, Kelurahan Olak Kemang, pada Sabtu (13/6/2026), sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Mengusung tema “Memelihara Tradisi, Menguatkan Tali Silaturahmi”, festival ini menjadi ruang pertemuan masyarakat Jambi Kota Seberang untuk merawat warisan budaya sekaligus memperkuat nilai gotong royong yang telah lama tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, di antaranya KMJKS, Baznas Kota Jambi, Dinas Pertanian, Dinas Kebudayaan, serta mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Jambi, Camat Danau Teluk, Camat Pelayangan, Ketua DPRD Kota Jambi, dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Anggota DPRD Kota Jambi, Ahmad Zayadi, yang memberikan apresiasi terhadap upaya pelestarian budaya lokal yang terus dijaga oleh masyarakat.
Ketua KMJKS, H. Fakhruddin Razi, SH., MH., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelestarian tradisi merupakan tanggung jawab bersama di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.
“Di era yang serba cepat ini, menjaga akar budaya adalah tugas kita bersama. Festival ini adalah wujud nyata upaya kita merawat ingatan dan memastikan generasi anak cucu kita kelak masih mengenal identitas aslinya,” ujarnya saat membuka festival.
Beragam kegiatan tradisional menjadi daya tarik utama dalam festival tersebut. Acara diawali dengan pembacaan Qosidah Burdah, zikir, dan doa bersama yang dipimpin para ulama sebagai bentuk penguatan nilai spiritual masyarakat.
Selanjutnya, Festival Mutur menghadirkan sajian kue-kue tradisional khas Jambi Seberang yang dipersembahkan oleh kelompok PKK kelurahan. Pengunjung juga disuguhi atraksi Bakarang, yakni tradisi menangkap ikan dengan tangan kosong, serta Nugal, kegiatan bertani tradisional yang memperlihatkan kearifan lokal masyarakat agraris.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah Tradisi Nandur, ketika para perempuan kelompok tani menanam padi dengan teknik berjalan mundur. Mereka tampil mengenakan tengkuluk baumo dan bedak beras dingin, menggambarkan suasana pertanian tradisional yang masih hidup dalam ingatan masyarakat Jambi Seberang.
Festival ini juga memberikan ruang edukasi budaya bagi generasi muda melalui pengenalan sejarah Tudung Lingkup atau Batoret yang difasilitasi oleh Lembaga Adat Melayu Kota Jambi. Di saat yang sama, para pegiat fotografi mengabadikan berbagai momen melalui lomba foto yang digelar bekerja sama dengan Komunitas Jambi Seberang Fotografi.
Sebagai penutup, ribuan peserta mengikuti Jamuan Makan Merawang yang digelar di atas pematang sawah. Warga duduk bersama menikmati hidangan hasil bumi dalam suasana kebersamaan yang sarat makna.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival ini juga diisi dengan penyaluran donasi kemanusiaan kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.
Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk para sponsor seperti Bank 9 Jambi Syariah, Kopi Paman, Sirup Kurnia, Djarum, dan Yamaha.
Melalui penyelenggaraan Festival Budaya Baselang Ka Umo 2026, masyarakat Jambi Seberang kembali menunjukkan bahwa tradisi dan budaya lokal tetap memiliki tempat penting di tengah kehidupan modern. Festival ini menjadi bukti bahwa warisan leluhur tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga mampu menjadi perekat kebersamaan lintas generasi.


