-->
  • Jelajahi

    Copyright © Ketahuilah
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sentuhan Kepedulian di Ruang Ujian, Wakil Rektor II UIN STS Jambi Sapa Calon Mahasiswa Difabel Peserta UM-PTKIN

    Ketahuilah
    Selasa, 09 Juni 2026 Last Updated 2026-06-09T04:39:26Z



    Ketahuilah.com - Pendidikan - Suasana pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi pada Selasa (9/6/2026) menghadirkan kisah penuh makna tentang kepedulian dan inklusivitas dalam dunia pendidikan.




    Sebelum pelaksanaan ujian yang berlangsung di ruang UT-IPD lantai 3 Gedung Eks Rektorat UIN STS Jambi Kampus II Desa Simpang Sungai Duren, Jambi Luar Kota, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN STS Jambi, Dr. Pahmi Sy, M.Si., didampingi Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. H. Helmi, M.Ag., menyempatkan diri menyapa secara langsung seorang calon mahasiswa difabel yang akan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi tersebut.


    Dengan penuh perhatian, Dr. Pahmi Sy., M. SI., menanyakan kondisi kesehatan peserta, kesiapan menghadapi ujian, hingga kebutuhan khusus yang diperlukan selama proses seleksi berlangsung. Dialog hangat itu menjadi bentuk komitmen kampus dalam memastikan seluruh peserta, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh layanan dan kesempatan yang setara untuk mengakses pendidikan tinggi.


    “Kami ingin memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman. Jika ada kebutuhan yang diperlukan, silakan disampaikan agar dapat kami bantu,” ujar Dr. Pahmi Sy saat berbincang dengan peserta.


    Di hadapan pimpinan kampus, Ketua Koordinasi Pusat Kajian Gender, Anak dan Disabilitas UIN STS Jambi Nisaul Fadillah, M.Si., Ph.D menjelaskan bahwa calon mahasiswa tersebut merupakan penyandang disabilitas dengan hambatan pendengaran. Berdasarkan keterangan yang disampaikan orang tua peserta, gangguan pendengaran tersebut dialami akibat kecelakaan yang terjadi sekitar sembilan tahun lalu.


    Meski menghadapi keterbatasan fisik, semangat Mahmud Hidayah calon mahasiswa tersebut untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tidak pernah surut. Dengan dukungan keluarga dan layanan aksesibilitas yang disediakan kampus, ia tetap berupaya mengikuti seluruh tahapan seleksi UM-PTKIN dengan penuh optimisme.


    Kehadiran pimpinan UIN STS Jambi yang turun langsung menyapa peserta difabel menjadi cerminan nyata bahwa pendidikan tinggi harus terbuka bagi semua kalangan tanpa diskriminasi. Di balik ruang ujian yang tenang, tersimpan pesan kuat tentang harapan, perjuangan, dan kesempatan yang sama bagi setiap anak bangsa untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini