-->
  • Jelajahi

    Copyright © Ketahuilah
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pernyataan “ Orang Desa Tidak Pakai Dolar ” Viral, Picu Perdebatan di Media Sosial

    Ketahuilah
    Minggu, 17 Mei 2026 Last Updated 2026-05-18T06:55:06Z


    Ketahuilah.com - Jakarta - Pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang menyebut “orang desa tidak pakai dolar” menjadi sorotan publik dan viral di berbagai media sosial. Potongan video pernyataan tersebut ramai dibagikan warganet di platform X, TikTok, Instagram, hingga Threads sejak akhir pekan.


    Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat merespons isu melemahnya rupiah yang sempat menembus level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat. Dalam keterangannya, Prabowo menegaskan masyarakat tidak perlu terlalu khawatir karena aktivitas ekonomi sehari-hari, khususnya di pedesaan, mayoritas menggunakan rupiah.


    Meski demikian, pernyataan tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian warganet menilai ucapan tersebut sebagai bentuk optimisme pemerintah terhadap kondisi ekonomi nasional. Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik karena pelemahan rupiah dinilai tetap berdampak terhadap harga kebutuhan pokok, BBM, pupuk, hingga biaya logistik yang turut dirasakan masyarakat desa.


    Perdebatan pun berkembang luas di media sosial. Banyak pengguna internet membagikan analisis ekonomi, potongan video, hingga meme yang menyinggung dampak nilai tukar dolar terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.


    Pengamat ekonomi menilai fluktuasi kurs rupiah memang tidak dirasakan secara langsung dalam bentuk transaksi dolar oleh masyarakat desa. Namun, pengaruhnya tetap dapat berdampak secara tidak langsung melalui kenaikan harga barang impor, distribusi pangan, serta biaya produksi di berbagai sektor ekonomi.


    Ramainya perbincangan tersebut menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap isu ekonomi nasional di tengah ketidakpastian pasar global dan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini